Bahan Bioaktif Pada Holothurians


ABSTRACT

BIOACTIVE SUBSTANCE CONTAINED IN HOLOTHURIANS. Holo- thurians develop toxic substances in various part of their body. It might be used either as protective against predator or as active toxins for catching prey. Some of  these compounds may have additional functions within the animals. For one is the antibiotic of saponins. A steroid organic compounds, holothurin, has been extracted  from certain holothurians. Some papers have been published considering various  aspect of this substance. This report tries to highlight this issue to researches for further investigation.

PENDAHULUAN

Berbagai obat bam untuk penyembuhan telah lama diburu dan sering ditemukan pada tempat atau sesuatu yang tak terduga. “Penicillin”  misalnya  ditemukan  berasal dari     “cantaloupe”     yang lewat    matang. Chloramphenicol, obat yang sangat efektif  untuk  “typhoid fever”,  aslinya berasal dari tanah    gembur     berlumut di Venezuela. Cephalothin, obat baru yang mematikan “germs”     yang     sudah    resisten      terhadap penicillin, ditemukan       dekat saluran pembuangan pada laut Sardinia (ANONIM 1970).

Meskipun bahyak zat-zat berdaya obat berasal dari beberapa organisma laut telah diketahui  ratusan  tahun,  tapi  eksplorasi  laut sebagai  sumber obat-obatan  hampir tidak pernah berlanjut Teripang  salah satu kelompok jenis biota laut sudah lama dikenal dan merupakan bahan pangan (DARSONO 1988). Dalam pada itu kelompok teripang ini diketahui mempunyai kandungan senyawa toksik yang dikenal  sebagai  “holothurin” (CHANLEY  et al. 1959, 1960; FRIES     et al. 1959, 1960; NIGRELLI & JAKOWSKA 1960).

Di China, teripang       telah      dimanfaatkan      sebagai pengobatan sejak jaman           dinasti     Ming(ANONIM 1991). Daging  teripang berdaya obat  untuk penyakit ginjal, “constipation”,  kurang  darah (anaemia),  kencing  gula  (diabe- tes) dan sebagainya. Organ dalam (viscera) diketahui sebagai berdaya obat untuk penyakit ayan   (epilepsy)  dan   ususnya  (intestine) 1)  Balai Penelitian Biologi Laut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi – LIPI, Jakarta. 87 berkhasiat untuk pencegahan luka (tukak)  pada perut besar dan saluran pencernaan (duodenal). Tulisan berikut akan meng- iktisarkan beberapa hal yang diketahi tentang substansi bioaktif pada teripang tersebut. Tulisan ini mungkin belum memberikan informasi yang lengkap, namun terkandung harapan akan memberikan rangsangan para peneliti dalam bidangnya untuk menelusuri dan meneliti lebih lanjut.

PENEMUAN   SENYAWA   TOKSIK HOLOTHURIN

Telah lama diketahui beberapa jenis teripang tertentu menghasilkan suatu zat yang bersifat toksik untuk ikan dan beberapa he wan laut, dan mungkin juga terhadap manusia (COOPER      dalam RUSSEL 1955). Di beberapa daerah Indo-Pasifik, cairan daging teripang, khususnya      Holothuria atra dan Bohadschia argus, digunakan oleh para nelayan untuk menuba ikan. Cara penubaan dilakukan dengan meremas-remas daging teripang tersebut sehingga mengeluarkan cairan. Pada area/tempat yang terbatas (celah karang atau kubangan) dimana dilakukan hal itu airnya akan menjadi kehitaman keruh, tidak lama kemudian terlihat ikan pada mengapung pingsan. Kejadian ini mirip seperti halnya akibat peracunan dengan rotenon (RUSSEL 1965).Menurut NIGRELLI dan JAKOWSKA (1960) paling sedikit ada 30 jenis dalam 4 atau 5 bangsa dan kelas Holothuroidea adalah toksik (Tabel 1).

Beberapa jenis yang toksik tersebut seperti Thelenota ananas, Stichopus variegatus, Holothuria atra dan  H. axiologa, adalah bahan pangan dengan predikat kualitas baik di beberapa lokasi di Pasifik.  Kandungan zat toksik tersebut diper- kirakan sebagai kelengkapan per-lindungan diri dari predator (HABERMEHL & KREBS 1990).

Pada beberapa jenis teripang yang mempunyai organ “Cuverian Tubules”, kandungan zat toksik terkonsentrasi pada organ tersebut, seperti halnya pada jenis  Actinopyga agassizi (RUSSELL 1965). Pada jenis lain yang tidak mempunyai organ tersebut, zat toksik dikandung pada bagian tubuhnya. BAKUS (1973) mengulas ekologi toksisitas teripang, menyebutkan bahwa holothurin merupakan penangkal efektif terhadap pemangsa teripang.

SIFAT   KIMIA   DAN  TOKSISITAS HOLOTHURIN

NIGRELLI (1952) dan YAMANOUCHI (1955) secara terpisah menemukan senyawa toksik pada teripang sebagai “holothurin”. Senyawa ini bisa diperoleh dengan mengekstraksi daging teripang, mengisolasi dan mempurifikasikannya.  nalisa       awal      terhadapnya      diperoleh kandungan glycosides dan pigment (60%). cholesterol (1%), protein tak terlarut (5 – 10%), garam, polypeptida dan asam amino  bebas (30%) (NIGRELLI & JAKOWSKA 1960).       Dengan      menggunakan       kertas kromatografi beberapa asam amino bebas diidentifikasikan yaitu : alanine, arginine, cystine, glycine, glutamic acid, histidine, serine (atau lysine) dan valine. Menurrut NIGRELLI & JAKOWSKA (1960), holothurin mem- berikan efek yang bervariasi terhadap sistem biologi. Aksi holothurin menunjukkan kecepatan menimbulkan efek, berkemam- puan mengkombinasikan berbagai komponen dalam sel, dan pengaruhnya bersifat tidak kembali (irreversible). Holothurin mungkin bertindak sebagai antimetabolite.

FRIES  et al. (1959.1960) mempelajari sifat-sifat pharmakologik holothurin. Mereka mempelajari pengaruh       stereoid glycoside holothurin pada syaraf ampibi dan syaraf otot mamalia. Secara umum saponin tersebut mempunyai pengaruh kuat dan tak kembali, pada kedua macam syaraf tersebut dan nampaknya membawa efek langsung menimbulkan  kontraksi pada otot. Pengaruh holothurin hampir mirip dengan apa yang tejadi oleh cocaine, procaine dan physostigmine. CHANLEY   et al. (1959) melakukan isolasi  dan analisa kandungan unsur gula pada  holothurin A.  Analisa  dasar  terhadap- nya    diperoleh    rumus    empiris    sebagai C50 – 52H61 – 65O25 – 26 SNa. Produk hidrolisa yang diturunkan dari holothurin                      A,  memberikan      petunjuk     bahwa     zat ini merupakan  campuran dari beberapa glycosida yang masing-masing terdiri atas satu steroid aglycone dari 26-28 karbon dan 4-5 atom oksigen, satu molekul setiap dari empat macam gula yang berbeda dan satu molekul sulfuric acid berbentuk garam sodium. Pemisahan dan identifikasi monoses yang diturunkan dari holothurin A, diperoleh : D-glucose, D-xylose, D-glucomethylose (quinovose) dan 3-0- methylglucose.     Mereka    kemukakan    juga tentang sifat neurotoksik, hemolitik dan concerostatic dari holothurin A. Pada studi lebih lanjut, CHANLEY  et al. (1960) mengisolasikan quinovose, 3-0-methylglucose, trace of glucose, quinovosyl-3-0-methyl glu-

cose,      3-0-methyl-glucosyl-glucose           dan sejumlah kecil 3-0-methyl-glucosyl- lucosyl- xylose. Dalam ihtisar hasil penelitian mengenai toksin pada ekhinoderm oleh HABERMEHL & KREBS (1990),  ternyata  bahwa  senyawa toksin  pada  eripang  bervariasi  dalam  struktur  komposisi glykosidnya. Variasi tersebut hampir sebanyak jenis-jenis teripang itu sendiri. Pada Gambar 1 dan 2 diberikan struktur      glykosid dari teripang                suku Holothuriidae      dan suku         Stichopodidae.  Struktur yang berbeda ditemukan juga pada jenis jenis diluar kedua suku tersebut.

PEMBICARAAN

Beberapa tulisan yang berkaitan dengan  holothurin pada teripangg dihimpun oleh HOLAND & HOLAND (1969). Hal ini memberikan indikasi akan potensi manfaat teripang dalam aspek lain selain sebagai bahan pangan. Apa yang sudah ditemukan oleh para peneliti nampak mengarah pada hasil positip bahwa teripang berpotensi sebagai bahan dasar obat. ANONIM (1970) mencatat bahwa ekstrak yang dihasilkan dari teripang menghambat pertumbuhan tumor pada tikus, namun belum ada pengungkapan lebih lanjut tentang temuan ini. Jalan kearah sana sudah dirintis, terbuka kesempatan para ahli farmakologi untuk mengungkapkan lebih lanjut. Dalam iktisar yang dibuat oleh RUSSELL (1965) tentang hewan laut yang mengandung toksin, berbisa dan beracun beberapa jenis filum Echinodermata termasuk didalamnya diantaranya kelompok teripang. Teripang dipungut sebagai bahan pangan, namun hampir tidak pernah dilaporkan adanya keracunan yang berakibat fatal. Keracunan yang mungkin ada oleh makanan ini tidak ada kaitannya dengan kandungan toksik tersebut (CHANLEY et al 1960). Toksik tersebut tidak efektif bila termakan secara oral. Namun keracunan bisa mungkin terjadi bila pada waktu pengolahan pengawetannya dilakukan tidak sempurna.

Hasil penelitian medik akhir-akhir ini (ANONIM 1991) pada teripang Stichopus japonicus menunjukkan bahwa hampir disemua bagian tubuhnya mengandung beberapa jenis “mucopolysaccharida” asam yang mempunyai efek khusus terhadap pertumbuhan, pemulihan (recovery) dari sakit, anti imflammation, pembentukan tulang, dan pencegahan/penundaan terhadap penuaan jaringan, serta “arteriosclerosis”. Muco- polysaccharide adalah juga berdaya obat anti- tumor. Dalam pada itu senyawa ini mem- punyai efek intensive pada “contravariant”. Holotoksin yang diekstrak dan dimurnikan dari teripang adalah suatu “antimycin” yang efektif. Dengan larutan 6,25 – 25 ug/ml, holotoksin       tersebut dapat mencegah tumbuhnya berbagai jenis jamur. Berapa jenis teripang yang diketahui berdaya obat (medicinal value) selain S. japonicus yaitu  S. variegatus S. chloronotus . Thelenota ananas dan Bohadschia argus, Sedang beberapa jenis teripang yang dikemukakan oleh NIGRELLI & JAKOWSKA (1960) pada tabel 1 dimuka banyak tersebar di daerah Indo-Pasifik termasuk Indonesia (GENTLE & CONAND 1979).

DAFTAR   PUSTAKA

ANONIM 1970, Drugs from the sea. Comm. Fish. Rev, 32 (6) : 20 -22.

ANONIM 1991. Training manual on breeding  and culture of scallop and sea cucumber in China. Training manual 9, Yellow Sea Fisheries Research Institute in Qingdao, People’s Republic of China. 83 pp.

BAKUS, G.J. 1973. The biology and ecology of tropical holothurians. In : Biology and Geology of Coral Reefs (O.A. Jones & R. Endean, eds.) Vol. II, Biology 1 : 326 – 93   387. Academic Press, New York.

CHANLEY, J.D.; R. LEDEEN; J. WAZ; R.F. NIGRELLI   and  H.   SABOTKA   1959.  Holothurin. I. The isolation, properties and sugar components of holothrin A. J. Am. Chem. Soc. 8 : 5180 – 5183.

CHANLEY,   J.D.;   J.   PERSTEIN;   R.F. NIGRELLI   dan   H.   SABOTKA   1960. Further   studies   on   the   structure   of holothurin. Ann. N. Y. Acad. Sci, 90 : 902  -905. DARSONO, P. 1988. Teripang sebagai variasi sumber   protein   hewani.   Widyakarya  Pangan dan Gizi IV, Jakarta 1 -3 Juni 1988, 12 hal.

FRIES,   S.L.;   F.G. STANDAERT;   E.R. WHITCOMB;   R.F.   NIGRELLI;   J.D. CHANLEY  dan  H.   SABOTKA   1959. Some   pharmacologic   properties   of holothurin, an active neurotoxin from the sea   cucumber.   J.   Pharmacol.   Exptl.  Therap. 126 : 323 – 329.

FRIES,   S.L.;F.G.   STANDAERT;   E.R. WHITCOMB;   R.F.   NIGRELLI;   J.D. CHANLEY  dan  H.   SABOTKA   1960. Some   pharmacologic   properties   of holothurin A, a glycosidic mixture from a sea cucumber. Ann. N. Y. Acad. Sci. 90 : 893 – 901. GENTLE, M. dan C.

CONAND 1979. Beche- de-mer of the Tropical Pacific. South Pac.  Comm. Handbook 18 : 31 pp.

HABERMEHL, G.G. dan H.C. KREBS 1990. Toxins of Echinoderms. Dalam : Atta-ur Rahman (Ed). Studies in natural products Chemistry, vol. 7. Elsevier Sci. publish. B. V., Amsterdam, p. 265 – 316.

HOLAND, N.D. dan L.Z. HOLAND 1969. A  bibliography   of  Echinoderm   Biology, Continuing Hyman’s 1955 Bibilography through 1965. Publ. Staz. Zool. Napoli 37 : 441 – 543.

NIGRELLI,   R.F.   1952.   The   effect  of holothurin on fish and mice with Sarcoma- 180.    Zoologica 37    :     89    -90.

NIGRELLI, R.F. dan S. JAKOWSKA 1960. Effect of holothurin, a steroid saponin from   the   Bahaman   sea   cucumber (Actinopyga agassizi) on various biological systems. Ann. N. Y. Acad. Sci, 90 : 884 – 892.

RUSSELL, F.E. 1965. Marine Toxins and Venomous and Poisonous Marine Animals. Adv. Mar. Biol. 3 : 255 – 284.

YAMANOUCHI, T. 1955. On the poisonous substance contained in holothurians. publ. Seto Mar. Lab. 4 : 183 – 203.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s