Aktivitas Bakteri Epifit Lamun Thalassia sp. dari Perairan Jepara terhadap Bakteri Pembentuk Biofilm.


Dian Afianto Nugroho. K2D 006 034. Aktivitas Bakteri Epifit Lamun Thalassia sp. dari Perairan Jepara terhadap Bakteri Pembentuk Biofilm. (Ocky Karna Radjasa dan Agus Sabdono).

Biofouling merupakan proses pelekatan organisme pada suatu struktur di lingkungan laut. Hal ini menjadi permasalahan bagi dunia luas, terutama pada sistem kelautan. Penanganan biofouling di laut biasanya menggunakan cat yang mengandung TBT yang bersifat toksik bagi biota perairan. Lamun adalah kelompok tumbuhan berbunga yang mampu bertahan hidup secara permanen di bawah permukaan air laut dan mampu menghasilkan metabolit sekunder. Dilaporkan bahwa bakteri epifit menghasilkan metabolit sekunder yang mirip dengan inangnya.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri epifit lamun Thalassia sp. yang menghasilkan senyawa antifoulant secara molekuler berbasis PCR 16S rDNA.  Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2009 sampai dengan Januari 2010. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposif di perairan Teluk Awur, Jepara. Isolasi dan uji aktivitas antibakteri dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Ilmu Kelautan FPIK UNDIP, Semarang. Ekstraksi supernatan bakteri dilaksanakan di Laboratorium Kimia Organik Jurusan kimia FMIPA UNDIP, Semarang. Pengujian molekuler dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta, sedangkan sekuensing DNA dilakukan di Laboratorium Bioteknologi UIN, Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris.

Hasil dari penelitian ini diperoleh 22 isolat bakteri epifit lamun Thalassia sp. dan 50 isolat bakteri biofilm. Sebanyak 2 isolat bakteri epifit lamun yaitu TB 3 dan TT 9 yang paling aktif terhadap bakteri biofilm. Ekstrak kasar supernatan bakteri epifit lamun TB 3 dan TT 9 mampu menghambat 9 bakteri biofim. Hasil identifikasi molekuler bakteri epifit lamun menunjukkan homologi isolat TB 3 dengan Virgibacillus salarius dan TT 9 dengan Virgibacillus marismortui, sedangkan bakteri biofilm isolat TFH 11 dengan Bacillus firmus dan TKB 2.3 dengan Salinicoccus roseus.

Kata kunci:  Biofouling, Bakteri biofilm, Thalassia sp., Bakteri epifit, PCR 16S rDNA

reff:

Dian Afianto Nugroho dianafiantonugroho@gmail.com

Farmasea Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s