Potensi Rumput Laut Sebagai Obat


Rumput laut merupakan sumber gizi,protein,karbohidrat, garam natrium, sedikit lemak juga mengandung vitamin ,seperti A,B1,B2,B6,B12 ,dan C,betakaroten,serta mineral seperti kalium,kalsium,fosfor,natrium,zat besi,dan yodium. Dengan tata cara kehidupannya yang melekat( Benthic)Secara biologis rumput laut mampu melakukan proses metabolit primer dan sekunder. Metabolit primer yang dihasilkan berupa senyawa poliskaraida bersifat hidrofilik yang disebut dengan hidrokoloid. Metabolit sekunder yang dihasilkan oleh rumput luat merupakan senyawa bioactive substances. Alga hijau, alga merah ataupun alga coklat merupakan sumber potensial senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat bagi pengembangan (1) industri farmasi seperti sebagai anti bakteri, anti tumor, anti kanker atau sebagai reversal agent dan (2) industri agrokimia terutama untuk antifeedant, fungisida dan herbisida. (M.Aslan. Ir.Laode, 1998)

Kemampuan alga untuk memproduksi metabolit sekunder terhalogenasi yang bersifat sebagai senyawa bioaktif dimungkinkan terjadi, karena kondisi lingkungan hidup alga yang ekstrem seperti salinitas yang tinggi atau akan digunakan untuk mempertahankan diri dari ancaman predator. Dalam dekade terakhir ini, berbagai variasi struktur senyawa bioaktif yang sangat unik dari isolat alga merah telah berhasil diisolasi. Namun pemanfaatan sumber bahan bioaktif dari alga belum banyak dilakukan. Berdasarkan proses biosintesisnya, alga laut kaya akan senyawa turunan dari oksidasi asam lemak yang disebut oxylipin. Melalui senyawa ini berbagai jenis senyawa metabolit sekunder diproduksi.

Alga merah mengandung senyawa trepenoid berhalogen dan senyawa asetogenin dengan unsure halogen utamanya yaitu bromine.Banyak senyawa metabolit berhalogen menunjukan aktifitas antimikroba,cytotoxities dan memberi efek farmakologis.Alga coklat umumnya menghasilkan senyawa komplek diterpenoid dan senyawa campuran terpenoid-aromatik yang mempunyai aktivitas antibiotic.Alga biru-hijau diketahui memproduksi senyawa nonterpenoid dan banyak yang diantaranya bersifat toksik serta mengandung halogen,terutama klorin,senyawa ini juga mengandung nitrogen dalam bentuk amide atau indole yang memiliki aktifitas antibakteri dan antifungi.

Faktor-faktor yang menyebabkan rumput laut bias dimanfaatkan dalam industri farmasi adalah sifat-sifat fisika-kimia dari senyawa metabolit primer dan metabolit sekunder yang dihasilkan. Hidrokoloid merupakan hasil dari metabolit primer dari rumput laut juga disebut dengan fitokoloid .Senyawa Hidrokoloid antara lain agar,karaginan,dan alginaat.

Agar dalah salah satu produk dari laut. Agar merupakan senyawa polisakarida dengan rantai panjang yang disusu ulang dari pasangan dua unit molekul agarose dan agaropektin.Agarose merupakan senyawa agar yang telah dipisahkan dari unit molekul agaropektin dengan muatan listrik mendekati netral.Senyawa ini mempunyai kamampuan membentuk gel yang kuat sehingga banyak digunakan dibidang bioteknologi.

Alginat adalah bahan dari kandungan rumput laut yang berasal dari laut. Alginat merupakan suatu polimer linier yang disusun oleh dua monorik yaitu β-D-mannuronic dan α-L-guluronic acid. Pada industri farmasi alginat berfungsi dalam bentuk asam alginate atau garam sodium alginate dan kalsium alginat.

1.Asam Alginat

Asam alginate tidak larut dalam air,tetapi akan mengembang sehingga dapat berfungsi sebagai disintegrating agent dan berguna dalam bentuk tablet.Asam alginate juga untuk bahan makanan diet,bahan pengikat dalam pembuatan pasta gigi dan shaving cream.

2.Sodium Alginat

Dapat dipakai dalam obat-obatan cair karena bias meningkatkan viskositas dan pensuspensi bahan padat sehingga sebagai koloid pelindung.Sodium alginate juga efektif sebagai tablet binder.

3.Sodium alginate dan kalsium alginate

Merupakan pengemulsi yang dapat digunakan dalam pembuatan kapsul.

Karaginan adalah produk yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Karagenan merupakan senyawa hidrokoloid yang merupakan senyawa polisakarida rantai panjang yang diekstraksi dari rumput laut jenis karagenofit.Polisakarida tersebut disusun dari sejumlah unit galaktosa dengan ikatan α (1,3) D-galaktosa dan β(1,4) 3,6-anhidrogalaktosa secara bergantian,baik mengandung ester sulfat atau tanpa ester sulfat.

Karagenan dibedakan menjadi 3 menurut stereotype yaitu :

  1. iotakaraginan
  2. kappa-karaginan
  3. Lammbda-karaginan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s