Struktur Komunitas Krustasea di Vegetasi Mangrove Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.


RINGKASAN
Tri Widya Krisaprilia. K2D 006 101. Struktur Komunitas Krustasea di Vegetasi Mangrove Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. (Rudhi Pribadi dan Retno Hartati).

Hutan mangrove adalah suatu ekosistem yang terdiri dari gabungan komponen daratan dan komponen laut, dimana termasuk didalamnya flora dan fauna yang hidup saling bergantung satu dengan yang lainnya. Biota yang hidup di ekosistem ini mampu beradaptasi pada lingkungan pesisir yang sangat ekstrim dan rentan terhadap perubahan lingkungan yang disebabkan oleh adanya tekanan ekologis dari alam dan manusia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis struktur komunitas krustasea yang hidup berasosiasi pada ekosistem mangrove Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kedung Malang Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, pada bulan Mei 2009 hingga bulan April 2010. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan metode survey dan penentuan lokasi sampling menggunakan metode acak terstratifikasi. Lokasi penelitian dibagi menjadi empat stasiun yaitu A (tanpa vegetasi mangrove), B (ekosistem mangrove kerapatan jarang), C (ekosistem mangrove kerapatan lebat) dan D (vegetasi Cyperus sp). Sampel diambil dari plot sampling 5 m x 5 m dengan tiga kali pengulangan di setiap stasiun sehingga jumlah total plot sampling dalam penelitian ini sebanyak 12. Parameter lingkungan yang diambil adalah suhu, salinitas, pH, DO, kandungan bahan organik dan ukuran butir sedimen.
Dari hasil penelitian ditemukan 16 jenis krustasea, 8 famili yang termasuk ke dalam 3 infraordo, yaitu infraordo Brachyura terdiri dari 13 jenis yang termasuk ke dalam 6 famili, infraordo Anomura terdiri dari 2 jenis dan infraordo Xiphosurida. Episesarma sp. dan Parasesarma sp. merupakan jenis yang paling dominan di setiap stasiun. Nilai rata-rata kelimpahan berkisar 29-174 ind/m² menunjukkan jumlah yang bervariasi antar stasiun penelitian. Indeks keanekaragaman jenisnya berkisar H’=0,73-1,85 termasuk kategori rendah dan sedang. Indeks keseragaman berkisar e=0,34-0,61 masuk dalam kategori rendah hingga sedang. Indeks dominansi berkisar C=0,3–0,82 menunjukkan adanya dominansi dari salah satu jenis tertentu. Pola sebaran rata-rata krustasea di lokasi penelitian memiliki pola sebaran yang mengelompok (clumped) dengan indeks kesamaan komunitas sedang dan secara umum jumlah individu krustasea jantan lebih banyak dibanding dengan betina.

Kata Kunci : Ekosistem Mangrove, Krustasea, Struktur Komunitas

Tri Widya Kris Aprilia
Farmasea Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro
Pinky_741988@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s